Saturday, December 19, 2015

Pengalaman Senam Hamil

Usia kehamilan 29 minggu adalah saat pertama kali saya mencoba senam hamil. Saya sebenernya berusaha cari lokasi senam hamil di daerah Tangerang, biar dekat dengan rumah saya & suami. Saya telvon ke RS.Mayapada Tangerang tapi ternyata lagi tidak ada jadwal untuk minggu itu karena sedang tidak ada instrukturnya. Kemudian saya telvon ke RS.Eka Hospital BSD dan zzzzzz jadwal untuk pasien senam hamil baru sudah full sampai 2 bulan ke depan. 

Akhirnya saya daftar senam hamil di RS Premiere Jatinegara dan RSIA Bunda Menteng untuk pekan berikutnya. Persiapannya apa? Kalau saya sih, pakai baju yang tipis menyerap keringat, jangan yang lehernya lebar dan bagi yang berkerudung, mending pakai kerudung praktis (brego). Bajunya juga jangan sempit-sempit, takut tersingkap kalau banyak gerakan yang aneh-aneh nantinya. Hehe. 

Oke, saya mau review tempat saya senam hamil yaa:

SENAM PERTAMA (usia kehamilan 29minggu)
Lokasi: RS Premiere Jatinegara, Jakarta
Hari: Sabtu
Waktu: ada dua sesi (9.00 - 10.00 WIB) dan selanjutnya
Biaya: Rp36.000
Kapasitas: 7 orang/sesi

Caranya: daftar sebelumnya via telvon (kalau bisa di beberapa hari sebelum pelaksanaan senam hamil), kemudian pada hari sabtu, datang ke Gedung Rawat Jalan lantai 2 (bagian rehab medis untuk daftar ulang & bayar), sementara itu, lokasi senam hamil ada di Gedung Rawat Inap lantai 3.

Review Singkat:

  1. Pertama kali: murah yah, hihihi
  2. Ruangan baru & sangat bersih tapi kecillll
  3. Ruangan dingin & nyaman
  4. Matras empuk & bantal besar-nyaman-bersih (karena di sarungin warna putih)
  5. Sebelum senam, ditanya usia kandungan, ditanya Obgynnya siapa, apakah sudah pernah/baru pertama kali senam, mengandung anak ke berapa.
  6. Instrukturnya adalah bidan berpengalaman
  7. Suami menunggu di luar ruangan (mungkin karena ruangnya kecil yah)
  8. Sehabis senam, dapet minuman (Buavita Jambu) Hehehe
  9. Untuk materi & gerakan senam, agak singkat dan kurang variatif yah. Tapi mungkin pengaruh instruktur, barangkali beda instruktur, beda cara penyampaian informasi & gerakannya. Secara saya baru pertama kali datang ke situ 
  10. Saya kurang begitu puas senam disini. Hehe.

SENAM KEDUA (usia kehamilan 30minggu)
Lokasi: RSIA Bunda, Menteng
Hari: Sabtu
Waktu: 9.00 - 11.00 WIB
Biaya: Rp100.000
Kapasitas: 15 orang/sesi

Caranya: daftar seminggu sebelumnya via telvon, kemudian pada saat hari H, datang ke gedung RSIA Bunda lalu ke lobby ke bagian pendaftaran (untuk daftar ulang) kemudian baru ke kasir untuk bayar. Ruang senamnya ada di lantai 3.

Review Singkat:
  1. Ruangannya kesannya jadul/lama namun sangat luas (lebih oke-an di RS Premiere Jatinegara)
  2. Ruangan dingin & nyaman
  3. Matras dan bantal tidak seenak di RS Premiere Jatinegara
  4. Instruktur pada waktu saya senam hamil adalah seorang fisioterapi di RS Bunda. Masih muda, energik dan ramah sekali
  5. Sebelum senam di tensi dulu (kalau di RS Premiere Jatinegara tidak ditensi) dan ditanya-tanya seputar riwayat kehamilannya (usia kandungan berapa, senamnya atas dasar kemauan sendiri/atas rekomendasi Obgynnya, ada keluhan selama kehamilan/tidak -- kemudian kalau ada pertanyaan di jawab secara informatif). Keluhan saya sih kaki saya yang mulai membengkak di usia kandungan 30minggu. Dijawabnya adalah wajar karena pada trimester 3, posisi bayi sudah mulai menekan ke arah bawah sehingga terkadang menghalangi sirkulasi darah & protein di bagian bawah. Kaki bengkak dianggap normal kalau TIDAK disertai dengan tensi darah yang tinggi & sesak nafas (karna kalau disertai gelaja seperti itu, harus segera konsul ke Obgyn, takutnya gejala Preeklamsia). 
  6. Sebelum sesi senam dimulai, disuruh ganti dengan pakaian seragam senam (kalau saya sih karena saya berkerudung dan kebetulan juga baju yg saya kenakan tipis, jadi saya cuma di dobel make seragam ORnya, sementara yang lain banyak yang ganti full). Seragam ORnya lengan pendek dan bawahan 7/8 gituu (fyi, nanti di sesi selanjutnya senam, para suami masuk ke dalam ruangan jadi kalau yg pakai kerudung sebaiknya pakai daleman lagi ya). Jadi saya tetap pakai legging saya dan atasan tangan panjang saya yg tipis. Pakai brego juga memudahkan lhoo, biar gak ribet. 
  7. Di sesi pertama (senam hamil), suami menunggu di luar ruangan (disediakan buffet kopi/teh/dispenser air mineral), kemudian di sesi kedua (simulasi melahirkan) para suami masuk ke dalam ruangan (namun sesi ini khusus untuk usia kandungan 34 minggu ke atas)
  8. Sesi senam hamilnya meliputi pembekalan materi dari instruktur, diajarin teknik pernapasan (penting buat bumil untuk latihan pernapasan perut karena nafas gaya itu lebih banyak bisa membantu mengeluarkan energi yg dibutuhin pas mau lahiran) dan latihan peregangan otot-otot supaya meminimalisir rasa pegal-ngilu-sakit selama hamil.
  9. Sehabis senam, dapet makanan & minuman (Roti dari Holland Bakery dan Prenagen Cair Kotak) Hehehe
  10. Di sela sesi senam hamil menuju kelas simulasi melahirkan, di isi dengan presentasi dari SPG Prenagen (review produk via layar projector besar). Kemudian ada quiz kecil yang isinya pertanyaan2 seputar susu Prenagen (saya kebagian dapet hadiah karena berhasil jawab quiznya, hahaha, lumayan dapet bingkisan dari Prenagen)
  11. Untuk materi & gerakan senam, saya sangat senang... Karena berasa beneran olahraga (streching) walau gerakannya nggak berat (sesuai porsi bumil) jadi otot-otot berasa lemes & seger... Instrukturnya juga komunikatif sekali, menjelaskan dengan detail, tidak segan membantu para bumil untuk membenarkan posisi senam yg kurang benar dan juga, informasi yang diberikan juga sangat berisi. So far, PUAS BANGET senam di sini. Makanya habis senam hamil selesai, sebelum pulang saya daftar lagi untuk pekan depan. Worth it laaah, 100ribu untuk materi & gerakan senam yg di dapat.
  12. Oia, berhubung usia kandungan saya masih 30minggu, jadi saya & suami nggak ikutan sesi simulasi melahirkan. Saya senam dari jam 9lewat dan selesai jam 11siang. Habis senam saya laper & mengantuk. Hihi. Tapi asli, badan jadi fresh karena tadi sesi peregangan otot-ototnya okeh. Wajib dateng lagi!
  13. Satu hal yang saya ga suka dari RSIA Bunda: parkirannya susahhhh ibu-ibu dan bapak-bapak sekalian. Suruh suami/keluarga/supir untuk sabar-sabar cari parkir....

Hasil dapet dari senam hamil: small kit dari Pigeon, susu Prenagen & roti (maaf udh dimakan duluan, haha)
Hasil dapet dari menang jawab quiz: bingkisan dari prenagen (susu bubuk 1 box, mug, pouch & leaflet)
Worth it kan? Hehe

USG 4D dr.Bambang Karsono, SpOG(K)



si pipi "cemplu" :D

Alhamdulillah, akhirnya ngerasain juga USG 4D. hihi. Awal perjalanan sampe nyangkut harus USG 4D adalah atas saran dari Obgyn saya tercinta: dr.Lia Anggraeni,SpOG (RS Premiere Jatinegara). Di usia kandungan saya yang menuju 25minggu, saya disarankan untuk cek lebih detail ke dr.Bambang Karsono, SpOG(K) yang konon katanya adalah dokter fetomaternal yang terkenal ahli membaca USG 4D.

Ingat ya pemirsa! Kalau mau buat janji dengan dr.Bambang, minimal harus daftar 1 bulan sebelumnya. Pertama saya berniat bikin janji dengan beliau di YPK Menteng, tapi WAKWAW! Slot beliau yg tersedia cuma di 2 bulan yang akan datang. Akhirnya saya beralih ke Klinik Spesialis Moegni Menteng dan alhamdulillah, mendapat slot jadwal di 3 minggu ke depan (weekday). Petugas administrasi kemudian mencatat jadwal kunjungan saya dan kemudian 2 hari sebelum hari-H saya kembali di telvon untuk di-konfirmasi. Oia, untuk pembayaran jasa dr.Bambang di klinik Moegni, tidak bisa dengan debit/credit, harus cash. 

Dari awal bikin janji dengan dr.Bambang, saya selalu berdoa ke Allah dan juga "ngobrol" dengan anak sholeh/sholehah di perut, supaya pas nanti di USG, dia mau nongolin mukanya. "dee... plis yaah, ayah-ibu pengen ketemuuu" Hehehe. 

Ketika di USG, usia kandungan saya jalan 28minggu. Alhamdulillah, awal masuk ke ruang dokter dan di USG, mukanya langsung nongol keliatan. Pipinya kok kelihatannya seperti ibunya yah: tembem. Hihihi. Dagunya seperti ada belahannya (mirip saya juga). Yang mirip ayahnya di bagian mana ya?? Hahaha. So far belum terlihat *salim ke suami* Dia pun berkali-kali nguap, membuka mulutnya lebar-lebar. Hihihi. Lucu banget! Suami saya bilang "Ini mah persis ibunya! tukang tidur" rrrrrrrr pan namanya juga bumil yak, dimaklumin donk yah kalo gampang Pelor (nempel-molor.red). Dr.Bambang bilang, beruntung janinnya nguap, jadi bisa sekalian lihat kalau bibirnya normal (tidak sumbing). Alhamdulillaah. Wallahualambisawab... Kepastian hanya milik Allah..... Insya Allah ya nak, ibu selalu berdoa supaya kamu lahir dengan sehat-sempurna kelak. 

Proses USGnya sendiri kurang lebih memakan waktu 40menit. Semuanya diperiksa, seperti katup jantung, liver, BB bayi, cairan ketuban, perut, sirkulasi makanan dari ibu ke janin dan lain-lain. Dr. Bambang dengan detail dan sabar menjelaskan. Pas saya tanya jenis kelaminnya: masih belum berubah (perempuan-insyaAllah). Cuma karena dr.Bambang melihat riwayat haid saya sebelumnya yang tidak pernah teratur, beliau curiga kalau usia janin saya mundur 2minggu dari perkiraan. Karena untuk usia kandungan saya yang jalan 28minggu, janinnya termasuk kecil. Beliau memprediksikan kalau skrg, usia kandungan saya ini masih jalan 26minggu. Untuk memastikannya, saya disarankan untuk laporan ke Obgyn saya (agar tidak ada 2 persepsi yang saling berbeda) dan cek kembali ke beliau 1 bulan mendatang. Oia, untuk biaya USG 4D nya adalah 1juta rupiah (dapet album yang isinya muka si janin, laporan hasil USG untuk saya bawa ke Obgyn dan hasil-hasil foto USG seperti umumnya serta 1 buah CD yang isinya video si anak sholehah lagi nguap). Hore!!

3 minggu kemudian pun saya datang kembali datang ke dr.Bambang, foto-foto USG saya yang lama (dari mulai pertama kali periksa ke Obgyn diperiksa oleh beliau), di screening lagi via alat USG dan ternyata perkiraan beliau (insya Allah) benar: usia janinnya mundur dari waktu seharusnya. Jadi tidak usah begitu cemas kalau selama ini BB janin dibilang kecil, karena memang selama ini belum menemukan kesesuaian usia kandungan. Apapun itu, saya bersyukur deh. Makasi yaaa Allah yang baik :) Kali ini, usg nya hanya usg 2D karena hanya fokus untuk kroscek lebih detail usia kandungan saya yang sebenarnya. Jadiiii, nggak ketemu muka si anak sholehah-nya ibuuu. Tapi gapapa, udah cukup puas kok dengan pertemuan yang kemarin. Saran dari dr.Bambang: banyak minum air putih karena air ketuban saya normal tapi mepet (wajib minum minimal 2liter/hari) dan waspada akan keputihan (harus diobati) karena saya riwayat keputihan dan itu beresiko kandungan sering kontraksi. Untuk biaya USG 2D kali ini saya dikenakan harga 720ribu rupiah (hanya dapat foto USG pada umumnya & laporan hasil USG untuk dibawa ke Obgyn saya)

Kesan saya dengan dr.Bambang: penjelasan beliau cukup informatif, menenangkan (pemilihan kata-kata beliau selama konsultasi sangat baik, membangun & memotivasi, jadi kalau pun ada hambatan tidak membuat Bumil yang baru perdana hamil ini menjadi galau). 

Kesan saya dengan Klinik Spesialis Moegni: staf adminnya ramah, kliniknya memang kecil dan parkirannya terbatas, WC kurang begitu bersih dan untuk sholat para bumil, musholanya di lantai bawah (di ruang kerja dokter yang sedang tidak praktek alias ruang kosong), sementara para suami musholanya harus naik agak PR ke lantai atas. hehehe

Sekian ringkasan perjalanan USG 4D saya. Terima kasih Allah, sudah kasih rezeki (rezeki dapet dokter USG 4D bagus, rezeki suami siaga yang sll nemenin kalo periksa kandungan, rezeki uang buat bayar USGnya hehe dan rezeki sehat) kepada saya & keluarga yang sedemikian berlipat-lipat ganda.... :)

Fabiayiaaalaairabbikumatukadziban :)


Sunday, November 8, 2015

Update Kehamilan - 25 minggu

Ini post ke-dua di masa kehamilan :D
Saya cuma mau catat semua apa yang terjadi di perjalanan kehamilan saya sampai sejauh ini, agar kelak, catatan ini bisa saya kenang di kemudian hari sambil senyum-senyum sendiri :)

Trimester Pertama ? Jawabannya SUPER! Total saya 2x masuk RS untuk di rawat dan 2x rawat jalan tapi di infus sama suster. Yup! Saya mengalami juga tuh yang namanya Hyperemesis Gravidarum.. ditambah saya punya riwayat maag lumayan parah. Hari-hari saya dilalui sama mual yang (saya rasakan) tidak wajar, muntah, tidak bisa makan dan minum. Saya mau bikin list ah, hihi supaya besok bisa inget masa-masa sulit ini:
  1. Tidak bisa ke dapur (parno lihat dapur), tidak bisa cium bau nasi hangat yang wanginya manis itu (hueeek), tidak tahan dengar orang nyalain kompor (bunyi "CTEK" nya kompor aja sudah berhasil bikin saya merinding dan mual, hihihi). Karena tidak bisa ke dapur, otomatis saya tidak bisa masak buat diri sendiri & suami (T_T) Sedih deh. 
  2. ANTI bawang putih-merah-bombang-daun-goreng. Pokoknya NOOOOO!!!!
  3. Tidak bisa makan yang berkuah karena bau kuah nya membuat saya mual
  4. Tidak mau makan goreng-gorengan & banyak minyak
  5. Tidak mau minum susu hamil, hanya mau susu UHT rasa Strawberry & Melon (sampai usia kandungan 5 bulan). Selebihnya saya minum susu hamil tapi tidak bisa minum Prenagen (cuma bisa minum Anmum) 
  6. Makanan yang bisa ke-makan, so far: singkong rebus, kentang rebus, jagung rebus, pepaya, pisang, melon, mangga, telor rebus, martabak keju :p. Itu ajaaa sampe usia kandungan mau 5 bulan (T_T) *Sehat-sehat ya nak... Maafin ibu*
  7. Tidak bisa ada di kerumunan banyak orang (contoh: di mall). Rasanya pusing, pengap, lemas. Walhasil, saya tidak pernah ke mall. Padahal saya butuh baju,celana dan peralatan hamil lainnya... Tapi karena tidak bisa kemana-mana, saya selalu titip ke ibu dan ibu mertua. Makasi ya ibuuu *peluk satu-satu*
  8. Malas masuk ke dalam mobil. Lama-lama saya jadi kaya penderita Claustrophobia (takut dengan ruangan sempit & tertutup)
  9. Malas (banget) masuk ke dalam kamar mandi dan juga mandi. Karena rasanya tertutup dan pengap. Serta bau air. Whatt?? Bau air? Apaan tuh bau air? Hahahak, entahlah, saya juga ga ngerti lagi sama diri saya. Semua hal menjadi BAU.
  10. Awal kehamilan, saya tidak mau dekat-dekat suami. Hiahaha. Ini part paling ngeselin banget sih ya. Wajib sungkem minta maaf kayaknya habis ini sama suami. Padahal tidak ada yang salah dengan dirinya.... Tidak pernah ada riwayat (maaf) BB juga. Wanginya selama ini normal-normal saja lah pokonya... Ntahlah, rasanya dia terlalu "wangi" lelaki (wangi parfum/gel rambut/bau sabun mandi/bau pasta gigi), even dia sudah mandi juga saya rasanya tidak mau dekat-dekat dengannya... Untungnya suami baik-baik aja dan cuma merespon dengan ketawa.... Alhamdulillah ini hanya berlangsung sebentar... Gak lama, indera penciuman saya mulai toleransi kok... Hahaha
  11. Dada-nya terasa panas (heartburn), asam lambung sangat cepat naik (salah makan/telat makan sedikit bisa fatal karena jadi muntah2 gak karuan)
  12. Jangan ditanya, seberapa sering saya "bolos" ke kantor. Alhamdulillah sekali saya punya pimpinan & teman2 kerja yang pengertian. Mereka selalu support saya di masa-masa sulit dan tidak pernah protes saya banyak "bolos"nya Hehehe
  13. Kata suami saya, pengeluaran untuk biaya "cuci mata di mall" semenjak saya hamil berkurang drastis. Hahaha. Lumayan donk yaaa. Ada hikmahnya
Sekarang alhamdulillah sudah mau 26minggu, so far penderitaan di atas sudah jauuh berkurang. Sudah sangat jarang muntah, sudah bisa makan nasi-sayur-lauk, tapi masih sering merasakan mual-heartburn-pinggang sakit-badan ngilu2 sekujur tubuh. Tapi, dibalik itu semua, saya sangat bahagia atas karunia Allah SWT ini. 

Sebelum hamil, berat badan saya sekitar 54kg, trimester pertama berat badan saya sempat turun beberapa kilo karena kesulitan makan. Alhamdulillah sekarang di usia 25minggu berat badan saya sudah 59,5kg.. Berat badan janin juga insya Allah sekitar 600gram. Doakan saya bisa selalu menjaga amanahNya selalu dengan sebaik2nya yaaa :)

Sehat selalu yaaa, anak ibu di dalam perut...... See you on your due date!


I think I've found my best friend
I know that it might sound more than a little crazy but I believe
I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I have been waiting all my life :)
-Savage Garden-

Friday, July 3, 2015

Rezeki itu datang di Bulan Ramadhan - Alhamdulillah Positif Hamil :)





Alhamdulillah, bulan Ramadhan kali ini benar-benar penuh berkah. Selama hampir 1,5 tahun saya dan suami saya menunggu kehadiran si buah hati, akhirnya di awal Ramadhan, rezeki itu tiba, Saya dinyatakan positif hamil oleh Obgyn.

Saat ini kandungan saya (insya Allah) baru berusia 7minggu. Awalnya, saya sudah beberapa kali melakukan percobaan test pack namun yang terlihat selalu "Satu Garis" alias Negatif. Selain itu, jadwal haid saya juga tidak teratur. Seringkali mundur sampai 6 hari, jadi saya seperti sudah "kebal" sama yang namanya telat haid. Namun setelah entah mengapa, di Bulan Juni ini feeling saya kok agak sedikit berbeda ketika saya sudah mulai telat haid sekitar 4 hari. Ketika saya bercermin, saya selalu fokus pada perut saya yang buncitnya ke depan. "Perasaan saya gak gendut2 amat, tp kenapa perutnya buncit begini yaa", batin saya dalam hati.

Akhirnya tanpa sepengetahuan suami, saya mencoba test pack. Ketika melihat hasilnya, ternyata muncul "Dua Garis" namun garis yang satu tipiiiis sekali. Merasa sangat deg-deg an saya akhirnya mencoba menghubungi suami di kantor. Respon suami sangat kalem, walau akhirnya dia mengaku juga kalau setelah menutup telvon dari saya, dia jadi salah tingkah sendiri dan bergegas ke mushola untuk sholat, padahal baru saja dia pulang dari masjid kantor untuk sholah Dzuhur berjamaah. Hihihihi. Mendadak pikun :P

Keesokan harinya saya mencoba kembali Test Pack, hasilnya pun tetap sama.  Berhubungan sudah 2 kali mencoba Test Pack dengan merk yang berbeda dan hasilnya sama, maka saya dan suami memutuskan untuk pergi ke Obgyn. Saat itu sudah malam, hari Jumat. Saat dimana menunggu dipanggil oleh dokter adalah masa-masa penyiksaan. Saya sangat deg-deg an. Antara excited sama takut kecewa. Sesampainya di obgyn, dokter hanya berkata: 

"Ini mah belum ada kantong rahimnya... Belum bisa dinyatakan hamil. Tunggu seminggu lagi yah.... Karena bisa jadi hamil tapi bisa jadi malah haid. Kalo memang di minggu ini kamu Haid, segera balik ke saya yah.... Hormon kamu perlu di cek tuh"

Glek.... Campuran rasa kecewa, sedih, dan mau kelihatan cool di depan Dokter menjadi satu... Dokter hanya memberi saya resep vitamin yang mengandung Zat Besi. Di mobil, saya dan suami hanya bisa diam.... Terutama suami, saya sangat melihat dia diam yang tidak wajar. Mungkin sedikit kecewa akan euphoria yang kita alami. 

Sambil menanti jadwal kunjungan ke Obgyn tiba, saya masih sempat sesekali mencoba Test Pack: hasilnya tetap sama. 

Seminggu kemudian, saya akhirnya datang kembali ke Rumah Sakit Hermina Tangerang. Namun.... Sehari lebih cepat dari yang dokter jadwal kan.... Kali ini rencana saya hanya mau periksa Lab saja. Ntah kenapa deh, saya tuh penasaran banget kenapa hasil Test Pack selalu 2 Garis. Apakah si alat tsb kurang akurat? Akhirnya pulang kerja saya cek Lab dan hasil Lab nya dinyatakan saya Positif. Sumringah mengembang di bibir kami, namun tetap saja ga mau terlalu banyak berandai-andai terlalu tinggi, takut jatuhnya sakit :D

Esoknya, saya kembali ke Obgyn dan alhamdulillah..... Kantung janin sudah terlihat meski belum terlihat ada janin. Berkah bulan Ramadhan, subhanallah, alhamdulillah :)

Saya berkunjung ke Obgyn dr.Nurhasanah Hastawati, SpOg di Rumah Sakit Hermina Tangerang, beliau ramah, menenangkan, optimis kalau memberi saran dan sangat komunikatif, Sejauh ini saya merasa nyaman kontrol kandungan dengan beliau. Pemilihan RS juga berdasarkan akses yang paling dekat dengan rumah saja, biar ga repot

Berikut adalah proses kehamilan saya sampai dengan usia 7minggu:

1. Mual

Rasa paling gak enak yang pernah saya alamin. Mual saya juga diperparah karena saya punya maag lumayan akut. Jadi ketika hamil, badan memproduksi hormon-hormon yang membangkitkan asam lambung dan itu jadi menyebabkan ulu hati saya seringkali sakit dan kadang terasa sesak untuk bernafas. Tersiksa sekali kalau sedang mual....... Di usia 6 minggu, saya harus di infus 2 macam dalam waktu 3 jam yaitu cairan obat lambung dan juga cairan gula + vitamin. Hal ini dikarenakan saya sulit makan, lemas, sehingga dokter khawatir nutrisi untuk si janin tidak memadai. Untungnya saya tidak sampai di rawat di RS.

2. Muntah

Intensitas muntah saya alhamdulillah tidak sering. Tapi sekalinya muntah, seperti lagi drama..... Volume muntah nya banyak sampai lutut saya lemas. Biasanya muntah sering terjadi kalau terlalu kenyang + makanan terlalu berbumbu atau sehabis gosok gigi.

3. Mood naik turun

Saya jadi sangat sensitif, terutama kepada suami. Saya merasa dicuekin, tidak disayang (padahal sepertinya dia biasa-biasa saja, hihihi). Pengennya di tanyain terus, disayang. Kemudian.... Saya sering merasa kesepian karena di rumah memang saya hanya tinggal berdua dengan suami, kami di Tangerang sedangkan org tua saya di Jakarta. Entah mengapa, saya sangat membutuhkan ibu saya. Cuma ingin lihat muka ibu saya saja... Hihihi. Pokoknya jadi gampang sedih deh....

4. Malas mandi

Malas mandi karena perut saya rasanya selalu bergejolak mual. Jadi saya seperti enggan sekali mandi. *modus aja kaliiii :P

5. Drama mau makan

Saya menjadi sangat pemilih dalam makan. Tidak mau lihat/dengar/cium makanan yang berbumbu tajam. So far makanan yang masuk ke perut hanya: bubur, biskuit, buahnya apel dan melon, sayur gak mau... Huek.... Pernah, ketika sedang menyetir mobil, saya menepikan mobil karena ingin sekali muntah... Penyebabnya cuma hal sepele:  karena di Radio, penyiarnya sedang membicarakan menu buka puasa mereka. Ngebayangin makanan yang mereka mau, langsung membuat saya lemas dan ingin muntaaaaah. Hiahahaha.

6. Lemas

Lemas gak bertenaga.... Di kantor pun jadi uring-uringan (T____T)


Terlepas dari apa yang saya rasakan di kehamilan 7minggu yang berat ini, saya bersyukur dan ingin tetap positif (tidak banyak mengeluh). Tidak pantas rasanya, berkah yang Allah berikan kepada saya dan suami, saya balas dengan uring-uringan sepanjang waktu..... Terimakasih ya Allah.... Mudahkanlah, ringankanlah jalan hamba ke depan.... Amiiin YRA